GMNI Garut Gelar Aksi Bakar Foto SBY

(Klik Galamadia) Garut : Gelombang unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus berlanjut, tak terkecuali di Kab. Garut. Penolakan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat itu dilakukan sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kab. Garut, Kamis (15/3).

Unjuk rasa diawali di Bundaran Simpanglima (Simlim), Kec. Tarogong Kidul, sekitar pukul 09.00 WIB. Di tempat ini, massa berorasi sambil membagikan selebaran kepada para pengguna jalan. Sebagai luapan kekecewaan terhadap pemerintah, massa juga membakar foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya, massa membakar ban bekas. Setelah api berkobar, selanjutnya mereka membakar foto orang nomor satu di bumi pertiwi ini, sebagai bentuk protes terhadap kebijakannya. Selanjutnya, massa mengelilingi kobaran api sambil berorasi dan bernyanyi-nyanyi.

Puas melampiaskan unek-uneknya di Bundaran Simpanglima, selanjutnya massa beranjak menuju Kantor DPRD Kab. Garut, di Jln. Patriot, Garut. Mereka berjalan kaki menelusuri Jln. Pembangunan melintasi kompleks perkantoran Pemkab Garut sambil membentangkan kain putih. Di sepanjang jalan, mereka meminta warga sekitar membubuhkan tanda tangan pada kain tersebut sebagai bentuk dukungan menolak kenaikan harga BBM.

Di depan gedung DPRD, massa kembali berorasi. Mereka meminta wakil rakyat untuk memberi dukungan serupa. Namun, kedatangan para calon intelektual itu sama sekali tidak ada yang menyambutnya. Alhasil, aspirasi yang mereka dengungkan pun tidak ada yang menggubrisnya. Padahal, mereka sangat membutuhkan kehadiran anggota dewan untuk meneruskan aspirasinya kepada pemerintah pusat.

Ketidakhadiran wakil rakyat sontak membuat para mahasiswa kecewa, terlebih koordinator aksi, Ahmad Muhabad. Menurutnya, saat ini rakyat sangat berharap dukungan wakilnya yang menempati gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah pusat.

“Saat ini seluruh rakyat khususnya yang berada di Kab. Garut, merasa keberatan dengan kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM. Untuk itu, rakyat sangat memerlukan dukungan dewan agar aspirasinya disampikan ke pemerintah pusat,” katanya.

Lebih jauh Ahmad mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM yang akan ditetapkan 1 April 2012, serta rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10 persen, akan menambah sulitrakyat Indonesia untuk mendapatkan kesejahteraan. Sebab, kenaikan itu akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

(aji)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s