Achmad Basarah Sebut Kasus Agusrin Potret Hukum Tebang Pilih

(Micom) JAKARTA : Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Achmad Basarah  menilai ada perlakuan hukum yang tebang pilih yang dilakukan Kejaksaan Agung.

Hal ini dikatakannya menanggapi Gubernur Bengkulu nonaktif yang juga kader partai Demokrat, Agusrin Najamuddin yang tidak kunjung ditangkap. Di sisi lainnya, kader PDIP yang juga Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad dikejar hingga ke Bali dan ditangkap KPK setelah dinyatakan bersalah atas tindakan korupsi. “Memang pola penegakan hukum kita saat ini bersifat tebang pilih,” kata Basarah saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (7/4).

Menurutnya, kesan tebang pilih terjadi tatkala banyak kasus hukum di Tanah Air yang tidak menyentuh orang-orang dari partai tertentu. “Bukan hanya dalam kasus Agusrin, dalam banyak kasus hukum yang lain juga kentara sekali bahwa penegakan hukum kita sangat tajam kepada rakyat kecil dan juga bagi kader-kader partai yang dianggap berseberangan dengan pemerintah,” kata Basarah yang juga sebagai Sekretaris MPR tersebut.

Basarah meminta agar Jaksa Agung Basrief Arief bisa menjalankan tugasnya sesuai aturan dan koridor hukum yang berlaku. Basrief juga diimbau untuk tidak terjebak dalam mentalitas balas budi.

“Jaksa Agung harus terbebas dari ‘conflict of interest’ sebagai bawahan Presiden SBY yang notabene Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Hadiah Presiden SBY kepada Basrif dengan mengangkatnya sebagai Jaksa Agung tidak harus ditukar dengan independensi dia dalam memimpin Kejaksaan RI,” kata anggota Komisi III DPR RI itu. (OL-11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s