SBY Disarankan Buat Permohonan Maaf Kepada Korban 1965/1966

Jakarta (tribunnews) Politisi PDI Perjuangan Ahmad Basarah memberikan apresiasi terkait hasil penyelidikan dugaan pelanggaran HAM berat tragedi 1965/1966 oleh Komnas HAM.

“Kita apresiasi penyelidikan Komnas HAM atas dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan tahun 1965/1966 lalu. Meskipun apa yang telah diumumkan Komnas HAM menjadi rahasia umum selama ini atas berbagai kejahatan kemanusiaan dan juga kejahatan politik yang dilakukan rezim Orde Baru waktu itu,” ungkap Ahmad Basarah, Selasa (24/7/2012).

Namun, katanya, untuk menindaklanjuti hasil penyelidikan Komnas HAM tersebut menjadi penyidikan untuk kemudian diadili pada pengadilan HAM, harus dipertimbangkan banyak hal.

Terutama aspek dampak politis yang akan ditimbulkannya selain pertimbangan para pelaku utama peristiwa tersebut telah banyak yang meninggal dunia.

“Saya pribadi lebih setuju jika penyelesaian kejahatan HAM tahun 1965/1966 diselesaikan secara politik dan kemanusiaan dengan menggunakan kearifan lokal bangsa kita sendiri, caranya adalah Presiden SBY membuat pernyataan permohonan maaf kepada para korban kejahatan HAM thn 1965/1966,” harap Basarah.

Kemudian, merehabilitasi mereka yang telah dan masih menjadi tahanan politik akibat peristiwa 1965/1966. Memberikan ganti rugi kepada mereka atas dasar azas kemanusiaan yang adil dan beradab.

Selanjutnya, saran Basarah, Presiden SBY menggelar forum rekonsiliasi bangsa agar para pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut saling bermaaf-maafan.

“Menghapuskan dendam sejarah sehingga bangsa kita dapat segera melanjutkan membangun negeri ke arah yang lbh baik lagi. Proses penyelesaian seperti itu sangat diperlukan agar bangsa ini tidak terus menerus terjebak dalam dendam sejarah,” ungkapnya.

Seolah-olah, katanya lagi, menjadi dosa warisan yang harus ditanggung oleh para anak cucu mereka yang sesungguhnya tidak mengerti apa-apa tentang sejarah para orang tua mrk di masa lalu.

“Pendekatan politik dan kemanusiaan tersebut juga perlu kita lakukan agar bangsa ini jangan mengulangi lagi perilaku-perilaku kekerasan yang melanggar HAM. Baik yang bersifat vertikal-horisontal. Yaitu, antara negara dan rakyatnya maupun horisontal-horisontal atau kekerasan sesama komponen bangsa kita sendiri,” Ahmad Basarah mengharapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s